PAMEKASAN, fk.uim.ac.id — Program Studi Diploma 3 Kebidanan III Fakultas Kesehatan Universitas Islam Madura (UIM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Surveilans) Pasca Akreditasi, Selasa (21/07/2026) sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap tindak lanjut rekomendasi hasil akreditasi sekaligus memastikan seluruh standar pendidikan tetap terlaksana secara konsisten sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Pelaksanaan surveilans dilakukan secara tatap muka daring dengan agenda pembukaan, presentasi program studi, verifikasi dan validasi data, penyusunan hasil penilaian, hingga penyampaian hasil surveilans kepada program studi.
Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Rektor Universitas Islam Madura, menyampaikan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas institusi.
“Budaya mutu harus menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan universitas. Melalui monitoring dan evaluasi pasca akreditasi ini, kita memastikan setiap rekomendasi ditindaklanjuti secara nyata,” ujar Rektor.
Kegiatan surveilans memiliki peran strategis dalam mengukur keberlanjutan implementasi hasil akreditasi. Dengan demikian, kualitas pendidikan tidak hanya dipersiapkan saat proses akreditasi berlangsung, namun dipelihara melalui perbaikan yang berkesinambungan.
Dekan Fakultas Kesehatan UIM, Layla Imroatu Zulaikha, M.Kes., menyampaikan bahwa Program Studi DIII Kebidanan telah melakukan berbagai langkah strategis pasca memperoleh rekomendasi akreditasi.
Upaya tersebut meliputi penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran dan evaluasi akademik, penguatan kerja sama dengan berbagai institusi pelayanan kesehatan, peningkatan produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
“Setiap rekomendasi hasil akreditasi kami jadikan pijakan untuk terus berbenah. Kami berkomitmen menghadirkan proses pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu kebidanan, kebutuhan dunia kerja, lulusan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing,” ungkap Layla.
Layla menambahkan, bahwa Program Studi DIII Kebidanan secara konsisten menerapkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam pelaksanaan SPMI.
“Strategi ini didukung dengan pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, penguatan kemitraan dengan rumah sakit, puskesmas, dan berbagai institusi kesehatan.”
Melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi pasca akreditasi ini, Universitas Islam Madura berharap memperoleh masukan yang konstruktif untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan pendidikan.
Selain mengevaluasi capaian yang telah diraih, asesmen ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang masih memerlukan penguatan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola program studi, serta sistem penjaminan mutu internal. (Faiz)

